Jumat, 22 Juli 2016

Angel



Angel
Matamu begitu menyimpan kelam atas kesendirian
Namun kelam itu tak menghilangkan aura indah yang melekat pada dirimu
Keindahan itu tak hanya terletak pada paras wajahmu
Kesalehan didalam dirimu membuatku jatuh pada sisi indah lain dalam dirimu
Dirimu berbeda dengan mereka
Mereka yg diatas menara gading hanyut dalam surga halusinasi
Jika pelajaran bukanlah kata kosong
Tindakan-lah yang memberi arti
Tidak hanya lapal melainkan pengertian
Itulah dirimu

Kala awan dan tanah mulai berbeda dari pandangmu
Kiranya saat itu kebenaran, bukan lagi “awan” jauh tak tersentuh oleh tanganmu
Bukan juga tanah yang nantinya kau pijak oleh kakimu
Tapi biarlah kebenaran itu adalah dirimu
Dan dirimu adalah bersama kaummu
Dirimu bersama ciptaan sang penciptamu
Dirimu bersama dunia didalam ruang dan waktu-mu
Maka kehancuran dunia bukanlah oleh dirimu
Melainkan kedamaian dunia ialah kamu

17 July 2016, 12:03



Engkau Dalam Kenang-ku



Engkau Dalam Kenang-ku
Puing-puing kenangan itu mengejarku
Menerkam dan menggerogoti hati dan pikiranku

Lagu ini menghantarku saat aku bersamamu
Didalam ruang dan waktu sang pencipta
Hari-hari itu kita ukir bersama
Aku bahagia dan kau-pun bahagia

Namun kini tembok kita bangun bersama
Kita kembali terpisah diatas risalah jiwa
Dingin ini membuatku menggigil atas kesendirian
Kuharap kau tidak!

Simpanlah kenang ini jadi kodrat hidup masa lampau
Betapa binar-binar mata saat menatapnya
Dan tetes air mata adalah kebahagiaan
Terimakasih untuk semuanya
Wahai kisah, kau begitu indahnya


20 Juli 2016

Rabu, 13 Juli 2016

SAJAK



SAJAK
Sajak,, engkaulah wakil suara-suara kepedihan ini
Kala air mata tercucur deras menghujam pertiwi
Beribu-ribu anak dijalanan mencari nasi
Diatas aspal dibawah bangunan-bangunan tinggi

Sajak,, lihatlah dibawah topi jerami
Pak tani tak lagi dapat menuai padi
Sebab diatas tanah kini berdiri pabrik-pabrik industri
Kaum buruh kerja dari pagi hingga malam hari
Tenaganya diperas diatas cukong yang menari-nari

Sajak,, penderitaaan ini akan ada didalam dirimu
Sebab penderitaan ini akan membentur tembok kuasa wakil rakyatku
Sebab penderitaan ini akan membawa kabar buruk bagi penguasa negeriku
Sebab penderitaan ini akan menciptakan pemberontakan pada bangsaku
 Dan Aku akan ada selalu bersamamu


14 July 2016






Sabtu, 02 Juli 2016

Negara "bersama Kamu Memberi



Negara “bersama” Kamu Memberi
“Jangan tanyakan apa yang telah diberikan negara kepadamu, tetapi tanyaka-lah  apa yang telah kamu berikan kepada negara”
Kata-kata ini sangat sering terdengar disaat diskusi alot yang dominan peserta diskusi mulai menyalahkan “negara” namun segelintir peserta lainnya mendukung negara. Adapun peserta pendukung negara tersebut menajamkan pertanyaan-nya, “kita jangan hanya menuntut, sudah apa yang kita lakukan kepada negara rupanya?”. 
Apa yang mau kuberikan kepada negara? 
Uang? Aku miskin. Tenaga? Aku sakit. Ide ? aku tak tahu apa-apa. Hidupku jauh dan “di” jauhi oleh bangunan megah (penghuni) tempat orang-orang yang katanya terdidik itu. Ingin mengharumkan nama bangsa? “maaf”. Aku tak tahu apa-apa. Aku hanya anak pinggiran yang ber-sahabat karib dengan rasa lapar. Apa yang mau kuberi atas ketidak-berdayaanku?. (ilustrasi suara anak pinggiran dalam alam pikirku).

Sejak teori negara didasarkan pada aspek sosiologis (kontrak sosial) maka disaat itu negara diartikan sebagai institusi yang bergerak atas kehendak umum masyarakat hingga pada akhirnya lahir konsep negara yakni Demokrasi (dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakya, Abraham). Salah satu kehendak-umum yang tercantum dalam UUD RI ialah mensejahterakan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Disaat kita aksi (demontrasi) melawan sistem  negara yang melanggengkan penindasan (misalkan sistem pendidikan mejadikan peserta didik sebagai “objek” pasar Global) bukankah suatu wujud sumbangsih untuk me-manifestasi-kan kehendak-umum masyarakat tersebut? memang tindakan ini bukanlah mengharumkan nama negara dimata negeri luar karena itu bukanlah hal yang terlalu penting dibandingkan mengharumkan nama negara dimata pemungut sampah, pengamen jalanan, “ayam” jalanan dll. Vor Veritas!



Jumat, 01 Juli 2016

“Allan Bersama Bom-Nya”



     Eksperimental, humor, dan bersahaja, sepertinya itulah kata ungkapan yang dapat mewakili kesan saya terhadap tokoh dalam Novel karya seorang Jonas Jonasson, “The 100-Years-Old Man Who Climbed Out Of The Window and Disappeared” ini. Disaat lembar awal mulai memenuhi mata dan pikiran mulai mencerna makna kata, maka disaat itu seperti ada sesuatu yang membuatku terikat hingga tidak menyurutkan semangatku untuk mengetahui kisah seorang Allan (tokoh utama) yang begitu menakjubkan. Perjalanan hidup yang begitu fantastis.

           Ia dapat saya katakan adalah seorang petualang yang betul-betul gigih dengan prinsipnya sendiri tanpa terpengaruhi oleh orang lain. Tampak dari sikapnya yang sangat tidak suka disaat seseorang membahas politik meskipun pada kenyataannya dalam cerita, segala petualangannya berada dalam lingkar politik (Prinsip). Bahkan berada pada zona yang sangat berbahaya. Kisah Allan mengambarkan kondisi abad 20-an, saat itu terjadi suatu pertempuran ideologi yang dilatarbelakangi oleh dua negara kuat dimana negara-negara tersebut ingin menguasai dunia sesuai dengan ideologi yang dianut masing-masing. Biasanya kalo di SMA, guru sejarah sering menjelaskan dengan pertempuran antara blok barat dan blok timur. Komunis dan kapitalis. Disaat kita membaca buku mengenai sejarah akan peristiwa ini, mungkin membawa kita pada suatu yang ekstrem dan ya sedikit menjenuhkan.
Namun didalam kisah Allan hal itu dikemas sedemikian rupa hingga menjadi suatu bingkisan jenaka yang luar biasa. Kocak, sangat kocak. Tak kalah menariknya diakhir petualangannya ia memilih Indonesia sebagai tempat peristirahatannya bersama istrinya. Ia sedikit menceritakan akan kondisi politik Indonesia yang sama saja dengan yang sekarang, korup dan gampang disogok. Cukup terkagum dari tokoh Allan yang diciptakan Jasson. Nilai-nilai yang ingin disampaikan sungguh begitu terasa. Misalkan saja, “komitmen” yang menjadikan Allan sebagai pribadi yang khas/unik. Adapun yang lain adalah dimana Allan menjadikan dunia sebagai wadah eksperimen. Tiap perjalanan-nya, ia tak pernah menolak sebelum ia mencobanya.
Ia dapat dikatakan seorang ateis namun tetap memiliki moral atau jiwa kemanusiaan yang baik. Itu dapat terlihat disaat para tentara Amerika mecoba untuk memperkosa istri selir Mao The Thung, namun ia membawa sang istri Mao jauh agar tidak diperkosa. Adapun sisi lain dari dirinya adalah sosok yang sangat jujur terkecuali disaat sang jaksa mencoba membuat cerita akan peristiwa yang telah ia buat. Ia pembuat bom bagi pembaca kisahnya. Ia luarbiasa.

Senin, 25-01-2016