PERJALANANKU
Rasanya ntah kenapa. Ini membingungkan. Hampa.
Apakah ada yang salah pada diriku ?. ya kurasa itu benar. Sangat benar. Aku
merasakan suatu rasa dimana tak merasakan sedikitpun kebahagiaan. Aku tak tahu
mengapa ini terjadi. Namun sangat membuatku gelisah. Sangat gelisah. Bahkan
hingga ku tak tahu bagaimana mengekspresikannya dalam kehidupan ini. apakah
orang diluar sana pernah merasakan apa yang kini kurasakan ?. jika ada aku
ingin meminta kepada tuhan untuk mempertemukan aku dan dirinya untuk bercerita
sejenak. Mungkin ia lebih bijak dikarenakan telah menemukan kebahagiaan yang
sempat hilang dari dirinya.
Pertanyaan yang tepat untukku saat ini ialah kapan
aku merasakan suatu kebahagiaanku ?. kapan yah ?. oh tidak aku bingung. Disaat
aku bersama kawan-kawanku yan g di kampung. Karoke bersama. Disaat aku bersama
dia yang dulu pernah bersemayam didalam hatiku. Disaat aku bersama keluargaku.
Ya di kampung aku mendapatkan kebahagiaanku meskipun terkadang kebahagiaan itu
masih kurang. Karna aku punya teman yang lainnya namun tidak lagi berkomunikasi
dengan baik sehingga tampak seperti tidak berkawan. Terlebih lagi dari kami
semua hanya aku yang kuliah. Terkadang aku membenci kondisi. Secara kasat mata
aku merasakan mereka lebih bahagia dari pada diriku. Aku iri. Ya sangat iri.
Sedikit bernostalgia. Dahulu didekat rumahku aku
memiliki teman-teman yang bagiku luar biasa. Mereka ada 5 orang, senta, albert,
victor, arnold, dan wira. Pada dasarnya sih kami 5 sekawan namun wira baru kami
kenal dekat saat memasuki masa smp kelas 2 kira kira. Sejak masa kecil hingga
masa smp aku banyak menghabiskan waktuku bersama mereka. Dahulu kami selalu
bermain bola setiap sore didepan halaman rumah wira yang saling bersebrangan
dengan rumah ku. Jika siang siang terkadang kami bermain permainan gambar,
goli, sembunyi POM, lomba lari, sembunyi kaleng, layang-layang, petasan, main
karet, kayang, kang-kang, cangklok, monopoli, raket, PS, menyanyi bersama-sama
dan masih banyak lagi. Akh, aku begitu bahagia bersama mereka. Ini harus jujur
kukatakan. Aku tak bisa mendapatkan kawan-kawan seperti mereka dimanapun hingga
saat ini. si Bele, itu sebutanku saat itu kalo tidak sihotangsiah, nama ini di
dapat dari salah satu tokoh koki kartun
yang saat itu sedang tenar. Aku sangat bahagia. ya mengingat kenangan
ini rasanya aku ngin kembali dimasa itu.
Malam itu malam tahun baru. Kami semua sepakat
untuk tidur bersama di rumah si albert. Oh iya aku lupa memberitahu, albert dan
arnold adalah saudara kandung. Arnold abangan. Abang adik ini memiliki watak yang
bertolak belakang. Si arnold yang agak lebih watak keras kepala sedangkan
albert lebih lembut. Namun terlepas dari itu semua. Orangnya asikk. Gitar telah
siap sedia. Ikan asin pun telah siap sedia untuk kami santap. Disaat setengah
jam sebelum tahun baru kamipun menyiap batu di atas aspal yang berada tepat
didepan rumah arnol. Bersamaan arang dibawahnya. Kami bakar ikan asin. Dicampur
dengan bumbu yang telah kami racik. Hahha padahal Cuma garam, blue band sama
cabe di potong doang hahah. Sembari gitar dimainkan disusul suara kami berlima.
Oh iya band favorid kamipun sama yaitu UNGU. Jadi asal kami ngumpul lagu ungun
jadi dominasi apa yang kami nyanyikan wkwk. Aku sangat berterimakasih sangat
atas kawan kawanku ini. karna jika tidak bersama mereka pasti aku tidak bisa
bermain gitar. Itu sangat kusuka. Ya meskipun sebenarnya sejak sd kami main
bola dan setelah viktor mengalami patah tulang kakinya kami mengganti permainan
kami menjadi bermain gitar. Saat itu semuanya diawali oleh arnold yang bermain
gitar. Ia di ajarkan oleh tulangnya. Sangking dekatnya kami hoby barunya arnold
yang ana dia paling tua diantara kami menular ke kami semua. Jadi di masa smp
itu kami gila gila main gitar, sampai-sampai kami punya gitar satu-satu. Menarik.
Sangat menarik. Dulunya aku diberi gelar si peniru. Selain karna aku menyukai
kakashi sebagai salah satu tokoh dalam cerita naruto yang dimana ia adalah
seorang ninja peniru, pada dasarnya aku suka mencuri kunci serta melody yang
sering mereka mainkan. Ya, maklum sebagai orang yang paling muda diantara
mereka semua saat itu aku masih belajar belajar bersama-sama mereka. Lagu gun’s
n roses bersamaan dengan scorpion menjadi band barat yang kami idolakan. Dari
sini juga aku menjadi sangat nge fans kepada Slash, gitaris gun’s n roses. Ia
menjadi inspirasiku dalam bermain musik. Cara iya memainkan melody, aku sangat
menikmatinya. Permainanya begitu indah. A tidak mengandalkan kecepatan tangan
ataupun bunyi bunyi effect yang aneh layaknya mikhael angelo dan stev vay. Ia
lebih kepada kelambatan tangan dengan melody yang enak didengar. Sweet child
omine menjadi salah satu lagu yang favorit. Bahkan kami sampai berlomba lomba
untu mencari melodinya. Hahha sejak saat itu aku sangat rajin menghapali melody
trus mencarinya. Namun sayang, saat aku masuk SMP kelas 1 hobby ini mengganggu
belajarku. Aku kebanyakan untuk bermain gitar dari pada belajar. Tapi
sejujurnya memang aku sangat membenci belajar formal disekolah. Sedikitpun aku
tidak menikmatinya. Terasa terlalu memaksakan diri untuk mengikuti tiap
pelajaran yang diberikan guru. Sangat membosankan. Aku benci belajar formal
seperti itu. namun apa daya. Saat itu paksaan orang tua membuatku mengalah
kepada keadaan. Sejarah perta dimana aku mendapatkan nilai nol matematika di
rapot mid semester. Detik ketika mama ku mengambil rapot itu sehabis pulang
kerumah aku tak lagi melihat gitarku. Sedih. Sejak saat itu niat ku bermain
gitar mulai surut. Meskipun sebenarnya aku banyak mencuri-curi waktu bermain
gitar bersama kawan kawan diwaktu orangtuaku tidk dirumah.
Masa memasuki SMA hubunganku bersama teman-temanku
yang tadi mulai terputus. Kami mulai memiliki kawan-kawan baru. Aku yang
sekolah di swasta tentu memiliki lingkungan yang sangat berbeda dengan kawan
kawanku yang berada di negeri. Hampir sebagian besar kawankawanku adalah orang
cina. Terlebih pergaulan kawan kawanku yang dipandang orangtua ku buruk
membuatku berada dalam tekanan jikalau bersama mereka. Padahal aku sama sekali
tidak memandang itu. karna hanya bersama mereka aku merasakan pertemanan yang
begitu mengasikkan.
Bersama teman temanku yang baru dimassa SMA tentu
juga asik meskipun berbeda marwahnya dengan kawan kawan lamaku. Aku tidak ingin
terlalu banyak berbicara temanku yang baru di SMA. Hobby baru tercipta bersama
mereka adalah bermain bilyar hahah. Aku masih ingat kala bolos trobosan untuk
bermain bilyar. Gila gila bermain bilyar. Bersama mereka aku meraasakan sesuatu
yang romantik. Ya sisi romantiknya sangat dapat. Tapi ke minderanku membuat
hubungan kami sedikit menjauh. Dari latar belakang ekonomi yang berbeda serta
kemampuan otak yang berbeda pula. Sampai saat itu aku masih tetap membenci
utnuk belajar. Akutak pernah sungguh sungguh. Sangat membosankan. Bahkan kalo
ditanya sekarang apa yang kudapt saat itu, aku tidak tahu mau menjawab apa.
sama sekali kosong.
Teringatnya aku punya pengalaman yang saat itu
membuat badanku keringat dingin karna ketakutan. Malam malam ku jadi gelisah.
Shitt itu sangat menegangkan. Disaat guru matematika memakiku “anjing” didalam
kelas karna ributnya diriku. Konyolnya diriku amlah meresponnya dengan tertawa
cengegesan. Astaga!!. Kata kata yang menyeramkan iyalah disaat iya katakan
bahwa aku gakkan diluluskan untuk naik kekelas tiga. Setelah habis pelajaran
itu akupun menjumpainya untuk meminta maaf namun ia cuek tak menanggapi.
Keringat dinginku semakin menghujani baju putih biruku. Huahhh sudahlah lupakan
ini pikirku saat itu. moment itu sangat menempel di ingatanku. Meskipun pas
naik kelas tiga kami jadi kompak. Hahah namanya buk PIDA. Lulusan UGM loh.
Huahhh tetap saja aku tidak merasa tertarik untuk belajar.
Setelah tamat SMA akhirnya aku merantau ke Sumatra
Utara. Disinilah aku mulai belajar. Belajar senikmat yang bisa ku nikmati. Di
sekolah dahulu aku berada di rangking 10 barisan bawah. Hal ini begitu
membuatku tidak yakin masuk kualifikasi ke universitas negeri. Untung kawan
kawan serta kakakku yang sama sama bertempur saat itu untuk menjebol
universitas negeri memiliki semangat yang luar biasa.
Aku memutuskan sebelum pengumuman UN untuk berangka
kemedan mengikuti Bimble medica bersama 3 kawan dekatku. Nama mereka saul, rio,
dan rosalina. Kami menghabiskan lebih dari 2 bulan di medan untuk mempersiapkan
diri menjebol SNMPTN. Saat itu sampai sampai kami mengobankan malam perpisahan
bersama kawan kawan santo yusup. Saat itu aku sangat sedih kehilangan moment
bersama kawan kawan sekelasku yang begitu kocak. Contohnya saja seperti benny
kawan sebangkuku yang sangat kocak tapi memiliki otak yang cukup cemerlang.
Sekarang ia sudah kuliah di jawa sana. Huhh iri melihat mereka bisa menangis
bahagia. sampai saat ini aku merindukan suasana bersama mereka.
Hmpp pemgumuman SNMPTN akan segera diumumkan.
Sebelum itu mama ku pernah megatakan bahwa jika aku tidak lulus di negeri maka
lebih baik aku mencangkul di ladang. Pilihan ini membuatku takut disaat aku
memandang masa depanku nantinya. Saat itu pertama kalinya aku menangis sambil
berdoa. Disaat pulang ke karimun setelah habis bimble hampir setiap malam aku
menagis didepan patung yesus yang ada di ruang tamu rumahku. Dengan pisisi
berdiri dan mata yang memandang patung tersebut aku melontarkan segala
kegelisahanku. Aku menagis, ya itu moment yang mendalam bagiku. Ntah kenapa
spirit untuk masuk ke snmptn ku sangat besar. ada ketakutan dibelakang ini
semua. Namun pada ahirnya.. aku LULUS. Saat itu aku sedang menjaga kedai kecil
kami. Aku masuk kekamar bapakku untuk membukanya. Bapakku menjaga di depan. Oh
iya kedai dengan rumahku pisah yah. Setelah aku meriakkan lulus dari dalam
kamar bapakkku alngsung datang menghampiriku. Ntah kenapa disaat itu juga
airmataku langsung menetes sembari bapakku mulai memelukku. Bapakku pun ikut
mengis. Ini adalah air mata bahagia. huahh terasa beban yang kupikul saat itu
terbuang sudah. Akhirnya aku menjadi mahasiswa negeri denga jurusan ilmu
administrasi negara. Meskipun pada dasarnya aku tidak mengerti untuk apa aku
memilih jurusan ini. karna saat itu aku sempat menawarkan kepada orangtuaku
untuk masuk ke seni musik namun orangtuaku menolak. Mereka katakan itu jurusan
yang tak tahu mau kemana nantinya. Padahal besar keinginanku kesitu. Ya
sudahlah aku mensyukuri apa yang kudapat saja. Sangat bahagia. aku tak
menyangka kerja kerasku selama 2 bulanan terbayar sudah. Itu kali pertamanya
aku memiliki tujuan dan aku mencapainya dengan baik. Dibalik itu ada sedihnya.
Ini dari segi ekonmi. Hmpp ayahu mengatakan “ aku sengan kau bisa masuk negeri,
namun ya inilah hidup. Aku harus mikirkan uang untukmu. Jadi terpaksalah kujual
tanah yang diwaktu muda dulu ku dapatkan dari hasil kerja kerasku pertama
kalinya aku kerja. Inginku sebenarnya ini jadi warisan tapi yasudahlah demi
dirimu kujuallah ini biar ada uang masukmu. Jadi ingatlah ini, jangan pernah
main-main belajar yah” . kata itu seperti sayatan bagiku. Bagaimana tidak. Pada
dasarnya aku sangat membenci belajar formal. Tapi untuk menghibur ayahku yang
hampir meneteskan airm mata untuk menceritakan hal ini, aku mengiyakan nya.
Sejak saat itu aku betul betul ingin membahagiakan orangtuaku. Sangat ingin.
Aku ingin membuktikan diriku. Sangat ingin!. Bapakku pun pernah berkata “ jika
aku meninggal gakkan ada warisan yang ku tinggalkan pada kalian. Ilmu ini saja
yang jadi warisanku. Jadi belajarlah keluar sana selagi akumasih mampu
membiainya. Jika untuk keperluan belajar, katakan saja, bapak pasti kasih”.
Kata itu sungguh sangat indah. Aku tak tahu mau bilang apa. kalimat ini selalu
ku ingat disaat aku merindukan mereka orangtuaku.
Hmpp,, saat ini aku sudah semester 6 kuliah di
USU. Mungkin sampai disini dlu kisah masa laluku dari SD hingga SMA yang
kutulis secara singkat dengan bahasa yang terlintas begitu saja dalam alam
pikirku. Itu kebahgiaanku dulu. Menuliskan ini aku menjadi mendapatkan semangat
baru meskipun masih belum menjawab mengapa aku saat ini kehilangan rasa
kebahagiaan. Sudah terlalu larut. Mata ini sudah mulai mengantuk. Hahah sampai
disini dulu..
Bersambung,,,,,,,