Selasa, 12 April 2016

PERJALAN'KU'



PERJALANANKU
Rasanya ntah kenapa. Ini membingungkan. Hampa. Apakah ada yang salah pada diriku ?. ya kurasa itu benar. Sangat benar. Aku merasakan suatu rasa dimana tak merasakan sedikitpun kebahagiaan. Aku tak tahu mengapa ini terjadi. Namun sangat membuatku gelisah. Sangat gelisah. Bahkan hingga ku tak tahu bagaimana mengekspresikannya dalam kehidupan ini. apakah orang diluar sana pernah merasakan apa yang kini kurasakan ?. jika ada aku ingin meminta kepada tuhan untuk mempertemukan aku dan dirinya untuk bercerita sejenak. Mungkin ia lebih bijak dikarenakan telah menemukan kebahagiaan yang sempat hilang dari dirinya.
Pertanyaan yang tepat untukku saat ini ialah kapan aku merasakan suatu kebahagiaanku ?. kapan yah ?. oh tidak aku bingung. Disaat aku bersama kawan-kawanku yan g di kampung. Karoke bersama. Disaat aku bersama dia yang dulu pernah bersemayam didalam hatiku. Disaat aku bersama keluargaku. Ya di kampung aku mendapatkan kebahagiaanku meskipun terkadang kebahagiaan itu masih kurang. Karna aku punya teman yang lainnya namun tidak lagi berkomunikasi dengan baik sehingga tampak seperti tidak berkawan. Terlebih lagi dari kami semua hanya aku yang kuliah. Terkadang aku membenci kondisi. Secara kasat mata aku merasakan mereka lebih bahagia dari pada diriku. Aku iri. Ya sangat iri.
Sedikit bernostalgia. Dahulu didekat rumahku aku memiliki teman-teman yang bagiku luar biasa. Mereka ada 5 orang, senta, albert, victor, arnold, dan wira. Pada dasarnya sih kami 5 sekawan namun wira baru kami kenal dekat saat memasuki masa smp kelas 2 kira kira. Sejak masa kecil hingga masa smp aku banyak menghabiskan waktuku bersama mereka. Dahulu kami selalu bermain bola setiap sore didepan halaman rumah wira yang saling bersebrangan dengan rumah ku. Jika siang siang terkadang kami bermain permainan gambar, goli, sembunyi POM, lomba lari, sembunyi kaleng, layang-layang, petasan, main karet, kayang, kang-kang, cangklok, monopoli, raket, PS, menyanyi bersama-sama dan masih banyak lagi. Akh, aku begitu bahagia bersama mereka. Ini harus jujur kukatakan. Aku tak bisa mendapatkan kawan-kawan seperti mereka dimanapun hingga saat ini. si Bele, itu sebutanku saat itu kalo tidak sihotangsiah, nama ini di dapat dari salah satu tokoh koki kartun  yang saat itu sedang tenar. Aku sangat bahagia. ya mengingat kenangan ini rasanya aku ngin kembali dimasa itu.
Malam itu malam tahun baru. Kami semua sepakat untuk tidur bersama di rumah si albert. Oh iya aku lupa memberitahu, albert dan arnold adalah saudara kandung. Arnold abangan. Abang adik ini memiliki watak yang bertolak belakang. Si arnold yang agak lebih watak keras kepala sedangkan albert lebih lembut. Namun terlepas dari itu semua. Orangnya asikk. Gitar telah siap sedia. Ikan asin pun telah siap sedia untuk kami santap. Disaat setengah jam sebelum tahun baru kamipun menyiap batu di atas aspal yang berada tepat didepan rumah arnol. Bersamaan arang dibawahnya. Kami bakar ikan asin. Dicampur dengan bumbu yang telah kami racik. Hahha padahal Cuma garam, blue band sama cabe di potong doang hahah. Sembari gitar dimainkan disusul suara kami berlima. Oh iya band favorid kamipun sama yaitu UNGU. Jadi asal kami ngumpul lagu ungun jadi dominasi apa yang kami nyanyikan wkwk. Aku sangat berterimakasih sangat atas kawan kawanku ini. karna jika tidak bersama mereka pasti aku tidak bisa bermain gitar. Itu sangat kusuka. Ya meskipun sebenarnya sejak sd kami main bola dan setelah viktor mengalami patah tulang kakinya kami mengganti permainan kami menjadi bermain gitar. Saat itu semuanya diawali oleh arnold yang bermain gitar. Ia di ajarkan oleh tulangnya. Sangking dekatnya kami hoby barunya arnold yang ana dia paling tua diantara kami menular ke kami semua. Jadi di masa smp itu kami gila gila main gitar, sampai-sampai kami punya gitar satu-satu. Menarik. Sangat menarik. Dulunya aku diberi gelar si peniru. Selain karna aku menyukai kakashi sebagai salah satu tokoh dalam cerita naruto yang dimana ia adalah seorang ninja peniru, pada dasarnya aku suka mencuri kunci serta melody yang sering mereka mainkan. Ya, maklum sebagai orang yang paling muda diantara mereka semua saat itu aku masih belajar belajar bersama-sama mereka. Lagu gun’s n roses bersamaan dengan scorpion menjadi band barat yang kami idolakan. Dari sini juga aku menjadi sangat nge fans kepada Slash, gitaris gun’s n roses. Ia menjadi inspirasiku dalam bermain musik. Cara iya memainkan melody, aku sangat menikmatinya. Permainanya begitu indah. A tidak mengandalkan kecepatan tangan ataupun bunyi bunyi effect yang aneh layaknya mikhael angelo dan stev vay. Ia lebih kepada kelambatan tangan dengan melody yang enak didengar. Sweet child omine menjadi salah satu lagu yang favorit. Bahkan kami sampai berlomba lomba untu mencari melodinya. Hahha sejak saat itu aku sangat rajin menghapali melody trus mencarinya. Namun sayang, saat aku masuk SMP kelas 1 hobby ini mengganggu belajarku. Aku kebanyakan untuk bermain gitar dari pada belajar. Tapi sejujurnya memang aku sangat membenci belajar formal disekolah. Sedikitpun aku tidak menikmatinya. Terasa terlalu memaksakan diri untuk mengikuti tiap pelajaran yang diberikan guru. Sangat membosankan. Aku benci belajar formal seperti itu. namun apa daya. Saat itu paksaan orang tua membuatku mengalah kepada keadaan. Sejarah perta dimana aku mendapatkan nilai nol matematika di rapot mid semester. Detik ketika mama ku mengambil rapot itu sehabis pulang kerumah aku tak lagi melihat gitarku. Sedih. Sejak saat itu niat ku bermain gitar mulai surut. Meskipun sebenarnya aku banyak mencuri-curi waktu bermain gitar bersama kawan kawan diwaktu orangtuaku tidk dirumah.                           
Masa memasuki SMA hubunganku bersama teman-temanku yang tadi mulai terputus. Kami mulai memiliki kawan-kawan baru. Aku yang sekolah di swasta tentu memiliki lingkungan yang sangat berbeda dengan kawan kawanku yang berada di negeri. Hampir sebagian besar kawankawanku adalah orang cina. Terlebih pergaulan kawan kawanku yang dipandang orangtua ku buruk membuatku berada dalam tekanan jikalau bersama mereka. Padahal aku sama sekali tidak memandang itu. karna hanya bersama mereka aku merasakan pertemanan yang begitu mengasikkan.
Bersama teman temanku yang baru dimassa SMA tentu juga asik meskipun berbeda marwahnya dengan kawan kawan lamaku. Aku tidak ingin terlalu banyak berbicara temanku yang baru di SMA. Hobby baru tercipta bersama mereka adalah bermain bilyar hahah. Aku masih ingat kala bolos trobosan untuk bermain bilyar. Gila gila bermain bilyar. Bersama mereka aku meraasakan sesuatu yang romantik. Ya sisi romantiknya sangat dapat. Tapi ke minderanku membuat hubungan kami sedikit menjauh. Dari latar belakang ekonomi yang berbeda serta kemampuan otak yang berbeda pula. Sampai saat itu aku masih tetap membenci utnuk belajar. Akutak pernah sungguh sungguh. Sangat membosankan. Bahkan kalo ditanya sekarang apa yang kudapt saat itu, aku tidak tahu mau menjawab apa. sama sekali kosong.
Teringatnya aku punya pengalaman yang saat itu membuat badanku keringat dingin karna ketakutan. Malam malam ku jadi gelisah. Shitt itu sangat menegangkan. Disaat guru matematika memakiku “anjing” didalam kelas karna ributnya diriku. Konyolnya diriku amlah meresponnya dengan tertawa cengegesan. Astaga!!. Kata kata yang menyeramkan iyalah disaat iya katakan bahwa aku gakkan diluluskan untuk naik kekelas tiga. Setelah habis pelajaran itu akupun menjumpainya untuk meminta maaf namun ia cuek tak menanggapi. Keringat dinginku semakin menghujani baju putih biruku. Huahhh sudahlah lupakan ini pikirku saat itu. moment itu sangat menempel di ingatanku. Meskipun pas naik kelas tiga kami jadi kompak. Hahah namanya buk PIDA. Lulusan UGM loh. Huahhh tetap saja aku tidak merasa tertarik untuk belajar.
Setelah tamat SMA akhirnya aku merantau ke Sumatra Utara. Disinilah aku mulai belajar. Belajar senikmat yang bisa ku nikmati. Di sekolah dahulu aku berada di rangking 10 barisan bawah. Hal ini begitu membuatku tidak yakin masuk kualifikasi ke universitas negeri. Untung kawan kawan serta kakakku yang sama sama bertempur saat itu untuk menjebol universitas negeri memiliki semangat yang luar biasa.
Aku memutuskan sebelum pengumuman UN untuk berangka kemedan mengikuti Bimble medica bersama 3 kawan dekatku. Nama mereka saul, rio, dan rosalina. Kami menghabiskan lebih dari 2 bulan di medan untuk mempersiapkan diri menjebol SNMPTN. Saat itu sampai sampai kami mengobankan malam perpisahan bersama kawan kawan santo yusup. Saat itu aku sangat sedih kehilangan moment bersama kawan kawan sekelasku yang begitu kocak. Contohnya saja seperti benny kawan sebangkuku yang sangat kocak tapi memiliki otak yang cukup cemerlang. Sekarang ia sudah kuliah di jawa sana. Huhh iri melihat mereka bisa menangis bahagia. sampai saat ini aku merindukan suasana bersama mereka.
Hmpp pemgumuman SNMPTN akan segera diumumkan. Sebelum itu mama ku pernah megatakan bahwa jika aku tidak lulus di negeri maka lebih baik aku mencangkul di ladang. Pilihan ini membuatku takut disaat aku memandang masa depanku nantinya. Saat itu pertama kalinya aku menangis sambil berdoa. Disaat pulang ke karimun setelah habis bimble hampir setiap malam aku menagis didepan patung yesus yang ada di ruang tamu rumahku. Dengan pisisi berdiri dan mata yang memandang patung tersebut aku melontarkan segala kegelisahanku. Aku menagis, ya itu moment yang mendalam bagiku. Ntah kenapa spirit untuk masuk ke snmptn ku sangat besar. ada ketakutan dibelakang ini semua. Namun pada ahirnya.. aku LULUS. Saat itu aku sedang menjaga kedai kecil kami. Aku masuk kekamar bapakku untuk membukanya. Bapakku menjaga di depan. Oh iya kedai dengan rumahku pisah yah. Setelah aku meriakkan lulus dari dalam kamar bapakkku alngsung datang menghampiriku. Ntah kenapa disaat itu juga airmataku langsung menetes sembari bapakku mulai memelukku. Bapakku pun ikut mengis. Ini adalah air mata bahagia. huahh terasa beban yang kupikul saat itu terbuang sudah. Akhirnya aku menjadi mahasiswa negeri denga jurusan ilmu administrasi negara. Meskipun pada dasarnya aku tidak mengerti untuk apa aku memilih jurusan ini. karna saat itu aku sempat menawarkan kepada orangtuaku untuk masuk ke seni musik namun orangtuaku menolak. Mereka katakan itu jurusan yang tak tahu mau kemana nantinya. Padahal besar keinginanku kesitu. Ya sudahlah aku mensyukuri apa yang kudapat saja. Sangat bahagia. aku tak menyangka kerja kerasku selama 2 bulanan terbayar sudah. Itu kali pertamanya aku memiliki tujuan dan aku mencapainya dengan baik. Dibalik itu ada sedihnya. Ini dari segi ekonmi. Hmpp ayahu mengatakan “ aku sengan kau bisa masuk negeri, namun ya inilah hidup. Aku harus mikirkan uang untukmu. Jadi terpaksalah kujual tanah yang diwaktu muda dulu ku dapatkan dari hasil kerja kerasku pertama kalinya aku kerja. Inginku sebenarnya ini jadi warisan tapi yasudahlah demi dirimu kujuallah ini biar ada uang masukmu. Jadi ingatlah ini, jangan pernah main-main belajar yah” . kata itu seperti sayatan bagiku. Bagaimana tidak. Pada dasarnya aku sangat membenci belajar formal. Tapi untuk menghibur ayahku yang hampir meneteskan airm mata untuk menceritakan hal ini, aku mengiyakan nya. Sejak saat itu aku betul betul ingin membahagiakan orangtuaku. Sangat ingin. Aku ingin membuktikan diriku. Sangat ingin!. Bapakku pun pernah berkata “ jika aku meninggal gakkan ada warisan yang ku tinggalkan pada kalian. Ilmu ini saja yang jadi warisanku. Jadi belajarlah keluar sana selagi akumasih mampu membiainya. Jika untuk keperluan belajar, katakan saja, bapak pasti kasih”. Kata itu sungguh sangat indah. Aku tak tahu mau bilang apa. kalimat ini selalu ku ingat disaat aku merindukan mereka orangtuaku.
Hmpp,, saat ini aku sudah semester 6 kuliah di USU. Mungkin sampai disini dlu kisah masa laluku dari SD hingga SMA yang kutulis secara singkat dengan bahasa yang terlintas begitu saja dalam alam pikirku. Itu kebahgiaanku dulu. Menuliskan ini aku menjadi mendapatkan semangat baru meskipun masih belum menjawab mengapa aku saat ini kehilangan rasa kebahagiaan. Sudah terlalu larut. Mata ini sudah mulai mengantuk. Hahah sampai disini dulu..
                                                                                                                                                      Bersambung,,,,,,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar