wahai sang pejuang
hitam tapak kakimu
dirimu lihat ke atas
kuning mejamu
namun dirimu memandang lurus kedepan
ada 4 persimpangan
dirimu tunduk
kenapa ?
"aku sedang berjuang "
itu jawabmu
kenapa dirimu tunduk ?
"aku hanya ingin fokus kedepan"
kenapa?
"itu alasan kenapa aku disini"
"suatu hari kamu akan mengerti megapa aku disini"
"berjuanglah"
terik hanyalah cahaya panas
hujam merendam
udara benafas
hitam menandakan malam
tangan memberi
tangan menerima
muka berseri
keadaan bagaikan perkara
busur emas otakmu
tunggu daku
tetap disitu
jangan pergi
buatmu pejuang
sarang jauh dari kakimu
lapisan luarmu menghitam
namun tetap tenang
hingga terkenang
berkobarlah wahai harapan
berjuanglah !!
ambil panahmu
dan tepatkan pada inginmu
saatnya tiba
sepasang kaki
datang menghampirinya
memeluknya
hingga waktu memisahkannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar